Archive for July, 2005

Hidup untuk bersua

Thursday, July 28th, 2005

Ah…Alangkah indahnya hidup

seandainya kita tahu

untuk apa sebenarnya kita ‘melangkah’

Atau barangkali kita tak pernah ingin tahu?

me!

kepadamu aku berlindung

Monday, July 18th, 2005

Di jalan ini
aku mengendus jejakmu
yang terbawa bongkahan lumpur
dan mentari yang tersipu
angin lalu

jua di sudut simpang itu
aku hampir tak kuat lagi menunggumu

me!

Demi Masa

Monday, July 18th, 2005

Demi masa….sesungguhnya apa yang bisa di dapat manusia dari perjalanannya?

Sungguh! Aku pernah mencoba memahami sekian tanda-tanda Tuhan yang begitu banyak terserak di muka bumi ini. Tapi, aku tidak sanggup. Beberapa kali aku mencoba membacanya dan beberapa kali pula aku merasa bisa menangkap jejak sang nuansa, tapi ternyata…aku salah.

Dan aku berlindung dibalik bendera bahwa semuanya berubah.
Ah…Benarkah?  Ataukah sesungguhnya semesta hanya bergerak berputar dan bersiklus, dus karenanya hanya jejak angin tanpa esensi yang bisa tertangkap tapi kita sudah merasa bangga karenanya? Sungguh, aku tidak tahu.

Adakah aku telah berani membedakan antara benar dan salah? Adakah aku berani mengangkat wajahku menghadapi ketakutan terdalamku dan berdamai dengan hatiku? Adakah aku, karenanya, belajar menghadapi pengalaman pahit dan bangkit menantang matahari?

Barangkali!

Atau barangkali jua saat ini pun, aku masih saja duduk tepekur di sisi jalan yang sama dengan beberapa tahun lalu. Betapa malangnya. Betapa malangnya seorang yang tidak mendapati apa-apa selama waktu menggilas denyut nadinya.

Tabik.

Batas Langkah

Saturday, July 16th, 2005

Kawan…Sudikah kau memberi tahuku, Sampai dimana batas langkah manusia?

Adakah ia berprasasti di puncak himalaya? Akankah ia tertapak di ketinggian pendapatan? Ataukah ia terjejak di kedalaman sujud?

Ah… aku tidak tahu. Dan tak patut pula aku menjawab hal itu.

Tapi, barangkali …… sesungguhnya aku ragu, sebab mungkin saja kita tidak pernah melangkah jauh dan batas itu pun mungkin amat dekat. Cuma di dalam hati.

Jalan Sunyi

Friday, July 15th, 2005

Kawan…seberapa sering kau menyadari bahwa kau sesungguhnya berjalan sendiri di dalam dunia ini?

ataukah kau….

Lentera

Wednesday, July 13th, 2005

perjalanan ini

jadi saksi galaksi yang mati

dalam laci kepalaku

dan jejak itu

hanya helai usang penuh debu

demi ornamen tak bergincu

ah,

tidak!

dari pintu ke pintu

masih kulihat jua lentera itu

terpancang di sudut jendela yang jatuh

menari dan menabuhkan rasa iri

diantara gelegar janji

saksi

dan kuasa tertinggi

benci

me!

Orang-orang yang terbuang

Wednesday, July 13th, 2005

dimatanya kulihat pijar api yang termakan usia

lapuk

dan gosong

dan dimatanya pula tak kutemui tetumbuhan

hanya padang pasir

me!

Jejak Angin

Tuesday, July 12th, 2005

bila cinta datang dan pergi laksana angin

maka engkau adalah terumbu karang di pagi hari

me!

a little tribute

Tuesday, July 12th, 2005

Kelak

kelak

bila bulir tak lagi terurai

dan kelopak tak usai tergapai

akankah kau masih mencariku

barangkali

justru aku yang lelah menantimu

dan kelak

saat tak ada lagi yang tersisa dari mata ini

saat tak hirau lagi dusta ini

akankah jalan itu hampa

barangkali

desir-desir itu jua telah terlanjur mengering

menyisakan dada yang terbuang

dan sukma tak berbenih

duh masa yang tercerai

akankah kau hujani aku dengan paku

ataukah kan kau genggam aku dalam jari-jemarimu

mungkin kelak

saat entah tak lagi berjarak

aku akan gila

me!

(dedicated to my friend D&R. Please, never give up).

Have you ever?

Tuesday, July 12th, 2005

Seorang kawan lama mendadak menemuiku lewat pesan pendeknya.

Ia bertanya singkat, "Jujur, Kenapa kamu mau bertahan hidup hingga detik ini?"

Dan aku terdiam.

But, I wonder…Have we all ever think about it, honestly?

Hm….