Demi Masa
Demi masa….sesungguhnya apa yang bisa di dapat manusia dari perjalanannya?
Sungguh! Aku pernah mencoba memahami sekian tanda-tanda Tuhan yang begitu banyak terserak di muka bumi ini. Tapi, aku tidak sanggup. Beberapa kali aku mencoba membacanya dan beberapa kali pula aku merasa bisa menangkap jejak sang nuansa, tapi ternyata…aku salah.
Dan aku berlindung dibalik bendera bahwa semuanya berubah.
Ah…Benarkah? Ataukah sesungguhnya semesta hanya bergerak berputar dan bersiklus, dus karenanya hanya jejak angin tanpa esensi yang bisa tertangkap tapi kita sudah merasa bangga karenanya? Sungguh, aku tidak tahu.
Adakah aku telah berani membedakan antara benar dan salah? Adakah aku berani mengangkat wajahku menghadapi ketakutan terdalamku dan berdamai dengan hatiku? Adakah aku, karenanya, belajar menghadapi pengalaman pahit dan bangkit menantang matahari?
Barangkali!
Atau barangkali jua saat ini pun, aku masih saja duduk tepekur di sisi jalan yang sama dengan beberapa tahun lalu. Betapa malangnya. Betapa malangnya seorang yang tidak mendapati apa-apa selama waktu menggilas denyut nadinya.
Tabik.