Archive for October, 2005

konspirasi surgawi

Wednesday, October 19th, 2005

mau tak mau

aku membaca tanda-tanda-Nya hari ini.

Menyadarkanku

Betapa aku masih harus banyak bersyukur

Semestinya….

Cermin

Saturday, October 8th, 2005

hari ini seorang kawan telah menjadi cermin bagi langkahku. menyadarkanku betapa berharganya setiap detik denyut nadi yang mengalir dalam tubuhku. Mengingatkanku betapa indahnya menghayati makna hari.

Dan Cermin, mungkin aku memang harus senantiasa bercermin. Menangkap tanda-tanda alam yang tersurat lewat guratan angin, jejak debu, cahaya mentari atau bahkan lambai sapa, senyum, tawa canda dan permenungan kawan lama.

aku percaya, di dunia ini ada proses surat-menyurat. ada proses aksi dan reaksi. Semata hanyalah efek dari energi apapun yang telah kita lontarkan ke alam. Mungkin aku memang percaya karma atau juga reinkarnasi. Tapi toh tak ada yang mustahil.

Aku percaya, apa yang kita lakukan hari ini akan kembali pada kita suatu hari nanti. juga, apa yang kita dapat hari ini, niscaya adalah bentuk lain dari apa yang telah kita berikan pada alam di masa lalu. Alam senantiasa merespon. Alam senantiasa menyediakan dirinya untuk kita, karena kita…adalah bagian hidupnya.

Dan kini aku tengah bercermin. Lewat jejak tulisanku yang entah kapan akan aku baca dan aku renungi kembali.  terima kasih, iben.

thoso-sang pemungut daun

Mari Menari

Thursday, October 6th, 2005

Mari tanggalkan kepalsuan dan menari menyongsong kedamaian

lepaskan gundah hatimu sejenak

terima dan akuilah segala kepasrahan yang dulu sempat kau kecam

lupakan

dan lawanlah segala gemuruh ketakutan hatimu

dengan senyum dan ketenangan

Mari menyambut kebahagiaan

Bintang, Bulan dan Kembang Api

Wednesday, October 5th, 2005

di batas pasir ini, kita pernah bercumbu
mengucap desir nadi dalam lantunan selimut bisu

adakah kau ingat saat itu?

aku tidak tahu apa aku bisa bertahan
menggigiti sisa remah roti dari jalanan yang berdebu
aku meranggas
tak kutemukan penopang tempat berteduh
tak kupahami semesta yang berayun

di luar sana
aku yakin kita kan bersua
tapi entah kapan hal itu terjadi

adakah aku harus menunggu reinkarnasi?

"maukah kau menjalani sisa hidup ini bersamaku?"
"Ya, aku mau"

Begitu dulu kataku
begitu dulu ajakmu

dan belum kutemukan jejak tengkukmu di ranahku

me!