konspirasi surgawi
Wednesday, October 19th, 2005mau tak mau
aku membaca tanda-tanda-Nya hari ini.
Menyadarkanku
Betapa aku masih harus banyak bersyukur
Semestinya….
mau tak mau
aku membaca tanda-tanda-Nya hari ini.
Menyadarkanku
Betapa aku masih harus banyak bersyukur
Semestinya….
hari ini seorang kawan telah menjadi cermin bagi langkahku. menyadarkanku betapa berharganya setiap detik denyut nadi yang mengalir dalam tubuhku. Mengingatkanku betapa indahnya menghayati makna hari.
Dan Cermin, mungkin aku memang harus senantiasa bercermin. Menangkap tanda-tanda alam yang tersurat lewat guratan angin, jejak debu, cahaya mentari atau bahkan lambai sapa, senyum, tawa canda dan permenungan kawan lama.
aku percaya, di dunia ini ada proses surat-menyurat. ada proses aksi dan reaksi. Semata hanyalah efek dari energi apapun yang telah kita lontarkan ke alam. Mungkin aku memang percaya karma atau juga reinkarnasi. Tapi toh tak ada yang mustahil.
Aku percaya, apa yang kita lakukan hari ini akan kembali pada kita suatu hari nanti. juga, apa yang kita dapat hari ini, niscaya adalah bentuk lain dari apa yang telah kita berikan pada alam di masa lalu. Alam senantiasa merespon. Alam senantiasa menyediakan dirinya untuk kita, karena kita…adalah bagian hidupnya.
Dan kini aku tengah bercermin. Lewat jejak tulisanku yang entah kapan akan aku baca dan aku renungi kembali. terima kasih, iben.
thoso-sang pemungut daun
Mari tanggalkan kepalsuan dan menari menyongsong kedamaian
lepaskan gundah hatimu sejenak
terima dan akuilah segala kepasrahan yang dulu sempat kau kecam
lupakan
dan lawanlah segala gemuruh ketakutan hatimu
dengan senyum dan ketenangan
Mari menyambut kebahagiaan
di batas pasir ini, kita pernah bercumbu
mengucap desir nadi dalam lantunan selimut bisu
adakah kau ingat saat itu?
aku tidak tahu apa aku bisa bertahan
menggigiti sisa remah roti dari jalanan yang berdebu
aku meranggas
tak kutemukan penopang tempat berteduh
tak kupahami semesta yang berayun
di luar sana
aku yakin kita kan bersua
tapi entah kapan hal itu terjadi
adakah aku harus menunggu reinkarnasi?
"maukah kau menjalani sisa hidup ini bersamaku?"
"Ya, aku mau"
Begitu dulu kataku
begitu dulu ajakmu
dan belum kutemukan jejak tengkukmu di ranahku
me!