Cermin
hari ini seorang kawan telah menjadi cermin bagi langkahku. menyadarkanku betapa berharganya setiap detik denyut nadi yang mengalir dalam tubuhku. Mengingatkanku betapa indahnya menghayati makna hari.
Dan Cermin, mungkin aku memang harus senantiasa bercermin. Menangkap tanda-tanda alam yang tersurat lewat guratan angin, jejak debu, cahaya mentari atau bahkan lambai sapa, senyum, tawa canda dan permenungan kawan lama.
aku percaya, di dunia ini ada proses surat-menyurat. ada proses aksi dan reaksi. Semata hanyalah efek dari energi apapun yang telah kita lontarkan ke alam. Mungkin aku memang percaya karma atau juga reinkarnasi. Tapi toh tak ada yang mustahil.
Aku percaya, apa yang kita lakukan hari ini akan kembali pada kita suatu hari nanti. juga, apa yang kita dapat hari ini, niscaya adalah bentuk lain dari apa yang telah kita berikan pada alam di masa lalu. Alam senantiasa merespon. Alam senantiasa menyediakan dirinya untuk kita, karena kita…adalah bagian hidupnya.
Dan kini aku tengah bercermin. Lewat jejak tulisanku yang entah kapan akan aku baca dan aku renungi kembali. terima kasih, iben.
thoso-sang pemungut daun
October 8th, 2005 at 10:07 pm
jika cermin berfungsi memantulkan kembali segala objek yang ada di depannya, maka sudah selayaknya sang cermin berkata:
Terimakasih kembali