Manusia Setengah

Harus kuakui, aku seorang yang selalu gelisah.

Entah kenapa, kadang aku sendiri pun tidak mengerti.

Serasa ada lebih dari satu nafas dalam darahku

Yang ingin pergi dan hendak lepaskan temali

Jua, kadang aku merasa benci sekali pada Tuhan

Sebab barangkali aku diberi-Nya kilasan pemahaman

mengapa bara dalam dadaku tidak lekas hilang

mengapa aku sulit sekali berdamai dengan diriku

dan aku tidak ingin mengakuinya

ingin menyangkalnya

tidak hendak memaafkannya

manusia setengah!

Duh!

Bahkan andai pun ada mesin waktu

Ku tak yakin ingin mengulang sejarah

mengubah yang kelam menjadi terang

mengawal yang tersingkir menuju keabadian

sebab mungkin aku puas dengan bara

Tertawa bahagia saat menghujat-Nya

walau jua tunduk dan mengaku kalah pada-Nya

Aku

manusia setengah!

2 Responses to “Manusia Setengah”

  1. Iben Says:

    setengah kosong atau setengah terisi thoz?

    kalau setengah kosong, semoga cepat benar2 kosong. karena dalam kekosongan ada kesejatian.

    kalau setengah terisi, semoga cepat penuh. karena dalam pemenuhan ada kesempurnaan.

    pun kalau kau tetap setengah, toh di tengah-tengah itulah tegak keseimbangan.

    hanya saja jangan berbaring disana, cause the man who stands for nothing will fall from everything!

    pada akhirnya… kosong, setengah dan penuh adalah tiga kondisi dari satu wadah yang sama. Tuhan.

  2. iwen Says:

    thozo,
    setan di kiri,malaikat di kanan,manusia di tengah, jadi ya udah pas lah, ha ha ha…seperti hantu di kiri, Tuhan di kanan dan hutan di tengah, tinggal ‘aku zen’ yang memilih dan mengendalikan diri, mau lebih tinggi dari malaikat atau lebih rendah dari setan, mau mendekati Tuhan atau berteman dengan setan…

Leave a Reply