Manusia Setengah
Harus kuakui, aku seorang yang selalu gelisah. Entah kenapa, kadang aku sendiri pun tidak mengerti. Serasa ada lebih dari satu nafas dalam darahku Yang ingin pergi dan hendak lepaskan temali Jua, kadang aku merasa benci sekali pada Tuhan Sebab barangkali aku diberi-Nya kilasan pemahaman mengapa bara dalam dadaku tidak lekas hilang mengapa aku sulit sekali berdamai dengan diriku dan aku tidak ingin mengakuinya ingin menyangkalnya tidak hendak memaafkannya manusia setengah! Duh! Bahkan andai pun ada mesin waktu Ku tak yakin ingin mengulang sejarah mengubah yang kelam menjadi terang mengawal yang tersingkir menuju keabadian sebab mungkin aku puas dengan bara Tertawa bahagia saat menghujat-Nya walau jua tunduk dan mengaku kalah pada-Nya Aku manusia setengah!
November 11th, 2005 at 8:19 am
setengah kosong atau setengah terisi thoz?
kalau setengah kosong, semoga cepat benar2 kosong. karena dalam kekosongan ada kesejatian.
kalau setengah terisi, semoga cepat penuh. karena dalam pemenuhan ada kesempurnaan.
pun kalau kau tetap setengah, toh di tengah-tengah itulah tegak keseimbangan.
hanya saja jangan berbaring disana, cause the man who stands for nothing will fall from everything!
pada akhirnya… kosong, setengah dan penuh adalah tiga kondisi dari satu wadah yang sama. Tuhan.
November 17th, 2005 at 9:25 am
thozo,
setan di kiri,malaikat di kanan,manusia di tengah, jadi ya udah pas lah, ha ha ha…seperti hantu di kiri, Tuhan di kanan dan hutan di tengah, tinggal ‘aku zen’ yang memilih dan mengendalikan diri, mau lebih tinggi dari malaikat atau lebih rendah dari setan, mau mendekati Tuhan atau berteman dengan setan…